Beranda/nvidia
nvidia

NVIDIA dan CrowdStrike Perkuat Pertahanan Siber dengan Agentic AI

NVIDIA dan CrowdStrike memperkuat kolaborasi keamanan siber melalui SafeMind, sistem agentic AI yang mempertemukan AI ofensif dan defensif untuk menguji, mendeteksi, dan memperkuat pertahanan secara berkelanjutan.

Bagus Lindu Pamungkas
Bagus Lindu Pamungkas
Tim Merdeka Siber
7 September 2026
2 menit baca · 8 dibaca
NVIDIA dan CrowdStrike Perkuat Pertahanan Siber dengan Agentic AI

Era Baru Keamanan Siber dengan Agentic AI

Serangan siber kini semakin cepat dan mulai memanfaatkan otomatisasi berbasis AI. CrowdStrike mencatat bahwa serangan berbantuan AI meningkat 89% dalam setahun terakhir, sementara waktu tercepat bagi pelaku eCrime untuk bergerak dari satu sistem ke sistem lain telah mencapai 27 detik. Kondisi ini membuat pertahanan berbasis respons manusia saja semakin sulit mengimbangi kecepatan serangan modern.

Kolaborasi NVIDIA dan CrowdStrike

NVIDIA dan CrowdStrike memperkuat kerja sama mereka dengan menghadirkan pendekatan baru dalam keamanan siber berbasis agentic AI. Salah satu teknologi utama yang diperkenalkan adalah CrowdStrike SafeMind, sistem keamanan siber agentik yang dikembangkan menggunakan model terbuka NVIDIA Nemotron serta pengalaman dan data ancaman milik CrowdStrike.

SafeMind: AI Ofensif Bertemu AI Defensif

SafeMind mempertemukan agen AI ofensif dan defensif dalam sebuah siklus berkelanjutan. Agen ofensif berusaha menemukan jalur serangan dan mengeksploitasi kelemahan, sementara agen defensif memantau aktivitas tersebut, menghasilkan kandidat deteksi, memvalidasinya, lalu memperkuat pertahanan. Proses ini terus berulang sehingga kedua sisi dapat saling beradaptasi dan meningkatkan kemampuan.

Red Team vs Blue Team Berbasis AI

Dalam pengujiannya, NVIDIA dan CrowdStrike menjalankan SafeMind di lingkungan simulasi berakurasi tinggi yang merepresentasikan jaringan NVIDIA. Agen red team menggunakan sub-agent Recon, Assault, dan Compromise untuk menjalankan jalur serangan. Sementara itu, agen blue team menggunakan sensor Falcon untuk memantau aktivitas, membuat kandidat deteksi, melakukan validasi, dan mengubah temuan tersebut menjadi deteksi yang dapat digunakan untuk memblokir serangan.

Digital Twin untuk Menguji Pertahanan

CrowdStrike dan NVIDIA juga membangun digital twin dari infrastruktur accelerated computing NVIDIA. Lingkungan ini digunakan untuk menguji bagaimana agen ofensif dan defensif saling berhadapan dalam simulasi yang menyerupai kondisi ancaman nyata. Pendekatan ini tidak terbatas pada data center, tetapi juga dapat diterapkan pada robotics, edge computing, enterprise computing, dan lingkungan lainnya.

Nemotron sebagai Fondasi AI Pertahanan

Model defensif SafeMind dibangun menggunakan NVIDIA Nemotron yang kemudian disesuaikan dengan pengalaman keamanan dan data ancaman CrowdStrike. NVIDIA Nemotron 3 Ultra digunakan untuk mengorkestrasi agen defensif, sementara Nemotron 3 Super mendukung sub-agent untuk menghasilkan aturan deteksi. Dalam evaluasi internal CrowdStrike, model Blue Solano berbasis Nemotron 3 Super diklaim memberikan akurasi lebih tinggi dengan biaya 99% lebih rendah dibanding sejumlah model frontier.

Falcon IQ dan Lebih dari 50 Agen AI

Selain SafeMind, CrowdStrike juga memperkenalkan Falcon IQ yang berjalan melalui Charlotte AI AgentWorks. Falcon IQ memanfaatkan lebih dari 50 agen AI yang bekerja bersama untuk mengotomatisasi proses keamanan seperti assessment, penentuan prioritas, dan remediation.

Masa Depan Pertahanan Siber Berbasis AI

Kolaborasi NVIDIA dan CrowdStrike menunjukkan arah baru dalam keamanan siber, ketika AI tidak hanya membantu analis, tetapi mulai menjalankan tugas keamanan secara lebih mandiri. Dengan mempertemukan AI ofensif dan defensif dalam siklus pembelajaran berkelanjutan, SafeMind dirancang untuk membantu menemukan kelemahan, menghasilkan deteksi baru, dan memperkuat pertahanan sebelum serangan nyata berhasil.

Tingkatkan skill keamanan siber Anda

Gabung Bootcamp Online Merdeka Siber, dapatkan sertifikat resmi.

Daftar Sekarang