Beranda/peretasan
peretasan

Ratusan Website Pemerintah & Sekolah Diretas untuk Promosi Judi Online

Penangkapan seorang hacker di Jawa Timur mengungkap modus peretasan dan penjualan ratusan website, termasuk milik pemerintah dan sekolah, untuk tujuan promosi judi online.

Bagus Lindu Pamungkas
Bagus Lindu Pamungkas
Tim Merdeka Siber
31 Juli 2026
2 menit baca · 54 dibaca
Ratusan Website Pemerintah & Sekolah Diretas untuk Promosi Judi Online

Hacker Jual Ratusan Website Pemerintah & Sekolah untuk Promosi Judi Online

Keamanan siber kembali menjadi sorotan setelah Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus peretasan berskala besar. Seorang hacker bernama Adjani Ardhian Kusuma ditangkap karena meretas ratusan website dan menjual aksesnya untuk promosi situs judi online. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pemilik website, terutama instansi publik, untuk meningkatkan pertahanan siber mereka.

Modus Operandi Pelaku

Dalam aksinya, tersangka menggunakan metode penyisipan file tertentu yang merusak sistem keamanan website target. Setelah sistem keamanan rusak, pelaku dapat mencuri dan menguasai data lalu lintas internet (network traffic) dari website tersebut. Data ini kemudian dijual melalui grup di media sosial dengan harga mulai dari Rp 1 juta. Pembeli akan mendapatkan akses berupa username dan password website yang diretas, yang kemudian mereka gunakan untuk menaikkan rating website judi online di mesin pencarian.

Skala dan Target Peretasan

Skala peretasan yang dilakukan pelaku sangat luas, mencakup berbagai jenis website. Data yang dirilis oleh Polda Jatim menunjukkan bahwa ada:

  • 80 website sekolah
  • 20 website universitas
  • 13 website pemerintah
  • 147 website milik swasta dalam negeri
  • 1.570 website luar negeri

Secara total, lebih dari 1.800 website telah menjadi korban peretasan ini. Target yang beragam, mulai dari institusi pendidikan hingga pemerintahan, menunjukkan kerentanan yang masih ada di berbagai sektor.

Dampak dan Konsekuensi

Peretasan ini menimbulkan dampak serius bagi website korban. Tampilan website dapat berubah menjadi halaman yang bermuatan perjudian online, dan sejumlah menu tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila menu pada website dipilih, tampilan akan dialihkan ke halaman judi online. Hal ini tidak hanya merusak reputasi dan integritas website, tetapi juga berpotensi membahayakan pengunjung yang tanpa sadar diarahkan ke konten ilegal.

Langkah Mitigasi dan Pencegahan

Untuk mencegah kasus serupa, pemilik website, khususnya instansi pemerintah dan pendidikan, perlu mengambil langkah-langkah keamanan yang proaktif:

  • Perbarui Software Secara Berkala: Pastikan semua sistem operasi, CMS, plugin, dan aplikasi website selalu dalam versi terbaru untuk menambal celah keamanan.
  • Gunakan Kata Sandi Kuat: Terapkan kebijakan kata sandi yang kompleks dan unik, serta gunakan otentikasi multifaktor (MFA).
  • Implementasi Web Application Firewall (WAF): WAF dapat melindungi website dari berbagai serangan umum seperti SQL injection dan cross-site scripting (XSS).
  • Lakukan Audit Keamanan Rutin: Secara teratur lakukan pemindaian kerentanan dan pengujian penetrasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki celah keamanan.
  • Backup Data Secara Berkala: Selalu miliki cadangan data website yang terbaru dan aman untuk memulihkan situs jika terjadi insiden.

Kesimpulan

Kasus peretasan website untuk promosi judi online ini adalah pengingat bahwa ancaman siber terus berkembang. Penting bagi setiap organisasi dan individu yang memiliki kehadiran online untuk tidak lengah dan terus berinvestasi dalam keamanan siber. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi aset digital dan menjaga integritas informasi di dunia maya.

Tingkatkan skill keamanan siber Anda

Gabung Bootcamp Online Merdeka Siber, dapatkan sertifikat resmi.

Daftar Sekarang